Sinopsis Film Oculus
Film occulus menceritakan tentang
kakak-adik Kaylie dan Tim Russel yang mengalami peristiwa traumatis ketika
mereka masih kecil. 11 tahun lalu, ayah dan ibu mereka meninggal secara
mengerikan dan membuat mereka terpisah. Tim menjadi tahanan dan dimasukkan ke
semacam rumah sakit jiwa. Kaylie dibebaskan dan tinggal sendirian di rumah.
Pada hari kebebasan Tim, Kaylie membeli cermin antik (yang disebut dengan
Lasser Glass) yang mereka yakini sebagai penyebab peristiwa terbunuhnya orang
tua mereka. Ia mengajak adiknya Tim untuk membuktikan bahwa semua kejadian di
masa lalu disebabkan oleh cermin antik itu.
Tim yang selama berada di RSJ
selalu didikte bahwa peristiwa traumatis itu bukan karena hantu cermin berusaha
meyakinkan kakaknya bahwa peristiwa “itu” tak pernah terjadi dan hanya khayalan
masa kecil saja. Kaylie yang telah membuat banyak penelitian akan cermin itu
telah menyiapkan semuanya. Ia memasang kamera di setiap sudut ruang sekitar
cermin antik (Lasser Glass). Ia menyimpulkan bahwa alarm pengingat untuk makan
dan makan, alarm yang selalu berbunyi setiap 45 menit sekali, juga telpon dari
kekasihnya setiap waktu yang disepakati. Semua itu diperlukan agar mereka
selalu sadar (tidak terjebak halusinasi). Ada sebuah jebakan dari pisau
besar yang akan terlepas di waktu yang diperkirakan tepat (hantu cermin
muncul)
Sepanjang film, dua kakak beradik
ini terus saja beradu pendapat. Mereka juga terus saja mendapat penglihatan
masa lalu seakan pintu kehidupan paralel terbuka untuk mereka. Detail peristiwa
11 tahun lalu mereka lihat kembali. Mereka melihat apa yang ingin ditunjukkan
hantu Laser Glass. Mereka terjebak dalam kehidupan nyata dan halusinasi. Mereka
terus saja melihat adegan-adegan teror mereka di masa kecil hingga mereka
sadar, "Mereka kalah dan harus segera meninggalkan rumah."
Diceritakan 11 tahun lalu,
keluarga Russel baru saja pindah rumah. Alan Russel (ayah) adalah seorang
programer komputer. Marie (ibu adalah ibu rumah tangga yang baik. Kedua anak
mereka, Kaylie (13 tahun) dan Tim (11) tahun adalah anak yang kompak bermain
perang-perangan. Pada saat bermain itulah mereka berkali-kali menemukan kejanggalan
yang terjadi.
Sejak Alan meletakkan sebuah
cermin tua (Laser Glass) di kantor kerjanya, Alan seakan hidup menyendiri di
ruang kerjanya. Tak ada yang boleh masuk kantor lagi. Sang istri, Marie mulai
curiga akan perselingkuhan suaminya. Kedua anak mereka mengaku pernah melihat
wanita di ruang kerja ayah mereka. Cermin antik yang ada di ruang kerja Alan
telah membuat Alan berhalusinasi memiliki wanita cantik bernama Marisol. Sang
istri, Mari, juga berhalusinasi tubuhnya membusuk. Marie yang dirasuki berusaha
membunuh anak mereka. Sebuah bisikan didengar Alan dan ia pun merantai leher
istrinya di kamar.
Tak dijelaskan berapa lama
kejadian itu berlangsung, Marie yang dirantai semakin liar dan memakan piring.
Alan kembali mendapat bisikan dan membuka rantai istrinya. Marie pun kembali
mengejar anak gadisnya dan berusaha mencekiknya. Alan menembak mati Marie di
depan anak-anaknya. Alan bunuh diri dengan menembakkan pelatuk senapan yang
dipegang Tim sehingga Tim menjadi tersangka pembunuhan. Sebelum berpisah,
kaylie meminta Tim kembali ke rumah untuk menyelidiki tentang cermin antik
tersebut.
Selama di rumah itu, Kaylie dan
Alan terus saja mengingat kembali beragam kejadian supranatural dan mengerikan
yang terjadi yang terjadi 11 tahun lalu. Akhirnya mereka sepakat bahwa kekuatan
cermin antik melebihi mereka. Mereka terus saja terkecoh, “Cermin itu membuat
mereka melihat apa yang ingin diperlihatkan pada mereka”. Halusinasi yang
mereka lihat sedemikian mengerikan. Ketika mereka sepakat meninggalkan rumah,
mereka melihat raga mereka masih di dalam sehingga mereka pun masuk kembali ke
dalam rumah. Kaylie mendapat halusinasi sebagai anak berusia 13 tahun yang
melihat ibunya keluar dari dalam cermin segera mendekati cermin dan memeluk
ibunya. Tim mendapat halusinasi kembali ke depan cermin sendirian dan sebuah
alarm berbunyi. Ia pun segera melepas jerat pisau yang mereka maksudkan untuk
menghancurkan kaca cermin antik. Ketika semua halusinasi hilang, Tim melihat
Kaylie berada di depan cermin dengan pisau yang dilepas Tim menancap di kepala.
Sebelum meninggal, Kaylie berpesan agar adiknya itu tetap kuat dan bertahan.
Tim kembali dibawa sebagai tahanan dan melihat hantu ayah, ibu dan Kaylie
berada di dalam rumah.
Film Oculus termasuk film yang
mengerikan bagi saya. Sepanjang film saya dan suami harus susah payah bertahan
sampai akhir, terlebih bagi saya. Saya pribadi memang selalu takut pada film
horor berdarah. Adanya jebakan pisau sudah membuat saya tidak nyaman sejak
awal. Saya tahu ending mengerikan berada di pisau itu dan saya pun menjadi
sulit duduk jenak menontonnya. Ngeri... ngeri... di awal, saya sempat subyektif
menilainya. Saya tidak nyaman selama membayangkan jebakan pisau itu terbayang.
;)
Lepas pada ketakutan saya pada
“kuasa pisau dapur”, film Oculus ini sangat menarik dan menyajikan jenis horor
baru yang lebih segar. Horor ala Paranormal Activity yang menekankan pada
langkah kaki sudah lewat. Horor cermin hantu mungkin bukan ide baru, tetapi
film oculus melangkah lebih jauh dengan menjadikan cermin sebagai tokoh utama
film. Peran si cantik Kaylie dan si ganteng Tim adalah sebagai tokoh yang
dipermainkan oleh cermin dan mereka terjebak di dalam imaginasi mereka. FIlm
ini menggabungkan setting yang berbeda waktu 11 tahun dengan ciamik sehingga
penonton tidak bingung membedakan mana alur mundur dan mana alur sekarang ini.
Penonton hanya perlu cermat memperhatikan pemain karena jelas mereka berbeda.
Justru campur-aduk dua kejadian yang beda 11 tahun itu digunakan untuk memahami
angle peristiwa masa lalu dan bagaimana mengatasinya.
Film horor Holiwood juga selalu memberikan keindahan lain untuk menarik minat, yaitu wajah cantik-ganteng pemainnya dan tata rias hantu yang sangat bagus. Dukungan suara yang bisa menaikkan intensitas horor juga merupakan keistimewaannya. Ketiganya ada di film Oculus. Si cantik Kaylie diperankan oleh Karen Gilan dan si ganteng tim diperankan oleh Brenton Twaites. Film Oculus yang juga berarti "mata" dalam bahasa latin ini merupakan adaptasi dari film pendek Abesentia yang diambil dari chapter 3 dengan judul Oculus: The Man With The Plan. Adaptasi film Oculus 2014 besutan Mike Flanagan ini layak tonton dan menutup film dengan mulus sehingga membuka lebar peluang sekuel Oculus 2 dan selanjutnya. Film Oculus akan menjadi peluang franchise film baru menggantikan Paranormal Activity yang sejak episode ketiga dinilai gagal.
Film horor Holiwood juga selalu memberikan keindahan lain untuk menarik minat, yaitu wajah cantik-ganteng pemainnya dan tata rias hantu yang sangat bagus. Dukungan suara yang bisa menaikkan intensitas horor juga merupakan keistimewaannya. Ketiganya ada di film Oculus. Si cantik Kaylie diperankan oleh Karen Gilan dan si ganteng tim diperankan oleh Brenton Twaites. Film Oculus yang juga berarti "mata" dalam bahasa latin ini merupakan adaptasi dari film pendek Abesentia yang diambil dari chapter 3 dengan judul Oculus: The Man With The Plan. Adaptasi film Oculus 2014 besutan Mike Flanagan ini layak tonton dan menutup film dengan mulus sehingga membuka lebar peluang sekuel Oculus 2 dan selanjutnya. Film Oculus akan menjadi peluang franchise film baru menggantikan Paranormal Activity yang sejak episode ketiga dinilai gagal.
Follow Me
Sumber

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan Sopan, jangan menyinggung tentang Suku, Agama, Ras, Antar Golongan (SARA). Terimakasih