Contoh Karya Tulis
BAB I
PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pembuatan
karya tulis ini di belakangi oleh kunjungan kami ke Bandung,yang dilaksanakan selama 3 hari,pada tanggal 21 September-23
September 2012 adapun beberapa tempat yang kami
kunjungi diantaranya:
1) Museum Geologi yang merupakan tempat penyimpanan fosil dan artefak.
2) Museum KAA yang merupakan tempat yang pernah digunakan sebagai
1) Museum Geologi yang merupakan tempat penyimpanan fosil dan artefak.
2) Museum KAA yang merupakan tempat yang pernah digunakan sebagai
konferensi
dari berbagai Negara.
3) Ciater merupakan wisata air panas.
Namun yang kami gunakan sebagai bahan karya tulis ini hanyalah kunjungan saat di
Museum Geologi,diharapkan setelah kami melakukan kunjungan tersebut kami dapat menyelesaikan karya tulis dengan baik dan memenuhi syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah(UAS)
3) Ciater merupakan wisata air panas.
Namun yang kami gunakan sebagai bahan karya tulis ini hanyalah kunjungan saat di
Museum Geologi,diharapkan setelah kami melakukan kunjungan tersebut kami dapat menyelesaikan karya tulis dengan baik dan memenuhi syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah(UAS)
B.
Ruang Lingkup
Berdasarkan latar belakang
diatas dapat dirumuskan permasalahan yang akan dibahas antara lain:
1) Bagaimana sejarah berdiri Museum Geologi?
2) Kapan terjadinya Zaman Kambrium?
3) Apa yang dimaksud Kenozoikum?
1) Bagaimana sejarah berdiri Museum Geologi?
2) Kapan terjadinya Zaman Kambrium?
3) Apa yang dimaksud Kenozoikum?
C. Tujuan Penulisan
Pada kunjungan
ke Bandung ada tujuan tertentu
yaitu:
1) Untuk menambah wawasan dan observasi yang dilakukan
2) Mampu membuat karya tulis dengan baik
1) Untuk menambah wawasan dan observasi yang dilakukan
2) Mampu membuat karya tulis dengan baik
3) Mampu memahami obyek yang dituju
sebagai bahan pembuatan karya tulis.
D. Manfaat Penulisan
a) Bagi Penyusun
Menambah pengetahuan tentang pembuatan karya tulis dengan baik serta
menambah referensi tentang Museum Geologi
b) Bagi Pembaca
Dapat mengetahui gambaran secara umum tentang Museum Geologi
b) Bagi Pembaca
Dapat mengetahui gambaran secara umum tentang Museum Geologi
E.
Sistematika Penulisan
Penulisan sistematika
dimaksudkan agar pembaca dapat memahami lebih
jelas mengenai karya tulis
ini pada setiap bab antara
lain:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Ruang Lingkup
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
E. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.Sejarah Singkat Museum Geologi
B. Pembagian Lantai dan Ruangan
C. Sejarah Kehidupan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Ruang Lingkup
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
E. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.Sejarah Singkat Museum Geologi
B. Pembagian Lantai dan Ruangan
C. Sejarah Kehidupan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B.
Saran
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Sejarah Singkat Museum Geologi
Berdirinya Museum Geologi sangat erat kaitannya dengan sejarah penyelidikan geologi di Indonesia yang
telah dimulai sejak tahun I 850-an,oleh “Dienst van het Mijnwezen”,yang berkedudukan di Bogor
(1852-1866).Lembaga ini kemudian
pindah ke Jakarta (1866-1924)
dan akhirnya pindah ke Bandung,menempati
Gedung Gouvemement Bedrijven
(sekarang Gedung Sate).
Para ahIi geologi
dalam melakukan penyelidikan/penelitian
geologi di lapangan
selalu membawa contoh batuan,mineral
dan fosil untuk diteliti di laboraturium.
Mulai tahun 1922 penyelidikan geologi di Indonesia semakin meningkat sehingga contoh batuan ,mineral dan fosil yang dikumpulkan
dan berbagai daerah di wilayah Indonesia
semakin melimpah.Berbagai contoh
tersebut memerlukan tempat khusus
untuk didokumentasikan,sehingga pada tahun 1928 dibangunlah gedung yang diperuntukkan bagi Laboratorium
Geologi di Rembrandt Straat (sekarang
J1.Diponegoro).
Gedung ini
dirancang dengan gaya arsitektur
“art deco” oleh arsitek Belanda Ir. H. Menalda van Schouwenburg.
Kemudian timbul suatu gagasan
untuk memperlihatkan koleksi tersebut
kepada masyarakat Iuas,sehingga pada 16
Mei 1929 bertepatan dengan Konggres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke IV, diresmikanlah gedung tersebut
sebagai Museum Geologi dengan nama Geologische Museum .Berbagai koleksi Museum Geologi pada waktu itu
disimpan dan ditata di dalam
lemari-lemari kaca (vitrin). Setiap koleksi
dilengkapi label yang menginformasikan
nomor koleksi.nama
koleksi,tempat ditemukan dan kolektornya.Sistem peragaan seperti itu relative tidak berubah sampai tahun 1998, namun
demikian pengunjung yang datang ke Museum
Geologi setiap tahunnya terus meningkat,khususnya pelajar.
Museum Geologi berupaya meningkatkan pelayanannya kepada
masyarakat dengan rencana pengembangan yang dirintis sejak tahun 1993 atas kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang, meliputi
: renovasi gedung, pengembangan sistem dokumentasi koleksi ,pengembangan
system peragaan, pengembangan sistem edukasi dan pengembangan program penelitian koleksi.Renovasi gedung
pengembangan peragaan yang pekerjaan
fisiknya dimulai pada 2 November
1998 dapat diselesaikan pada pertengahan Agustus 2000.Pada 22 Agustus 2000,Museum Geologi diresmikan kembali pembukaanya oleh Ibu Megawati Soekarnoputri.Dengan
adanya pengembangan ini luas bangunan menjadi 6000 m2 dimana
sepertiganya sekitar 2000 m2 difungsikan sebagai ruang peragaan sehingga diharapkan Museum Geologi dapat
memenuhi kebutuhan pengunjung
dan pengguna jasa Museum Geologi
Iainnya.
B. Pembagian Lantai dan Ruangan
Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II. Berikut ini merupakan ruangan-ruangan yang berada di kedua lantai Museum Geologi serta fungsi dan isi dari ruangan tersebut.
Lantai I Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur. Ruang Orientasi berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dan beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya,tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia diwujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif,keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya.Fosil fosil serta sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini. Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah. Dunia batuan dan mineral
menempati bilik di sebelah
baratnya, yang memamerkan
beragam jenis batuan, mineral
dan susunan kritalografi dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam ruangan yang sama, diparnerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk
jenis-jenis peralata/perlengkapan lapangan,
sarana pemetaan dan penelitian serta
hasil akhir kegiatan seperti peta
(geologi, geofisika,gunung api, geomorfologi,
seismotektonik dan segalanya)
dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia.
Ujung ruang
sayap barat adalah ruang kegunung apian,
yang mempertunjukkan keadaan
beberapa gunungapi aktif di Indonesia
seperti:
Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu.Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunungapi Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.
Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu.Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunungapi Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.
Ruang Sayap Timur Ruangan
yang menggambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang
mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan. Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan
informasi tentang keadaan bumi
yang terbentuk sekitar 4,5
miliar tahun lalu, dimana
makhluk hidup yang paling primitif
pun belum ditemukan. Beberapa miliar
tahun sesudahnya, disaat bumi
sudah mulai tenang.
lingkungannya mendukung perkembangan
beberapa jenis tumbuhan bersel tunggal, yang keberadaan terekam dalam
bentuk fosil Reptilia bertulang-belakang
berukuran besar yang hidup menguasai Masa
Mesozoikum Tengah hingga Akhir (210-65 juta
tahun lalu) diperagakan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn
(Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapal 19 m,tinggi 6,5 m dan berat 8 ton.
Kehidupan awal di bumi yang dimulai sekitar 3 miliar tahun lalu selanjutnya berkembang
dan berevolusi hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada zaman Tersier(6,5-l,7 juta tahun lalu) dan Kuarter(l,7 juta tahun lalu hingga
sekarang) di Indonesia terekam baik
melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang ditemukan pada
Iapisan tanah di beberapa tempat
khususnya di Pulau Jawa.Kumpulan fosil
tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus
P. VIII) dan di beberapa tempat
lainnya di dunia terkoleksi
dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunakan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan-purba
dari waktu ke waktu. Penampang
stratigrafi sedimen Kuarter daerah
Sangiran (Solo, Jawa Tengah), Trinil
dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat
berarti dalam pengungkap sejarah
dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket
Sejarah pembentukan Danau Bandung yang melegenda itu ditampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ulan dan ikan yang ditemukan
path lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk aslinya. Antefak yang terkumpul dan beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung menunjukkan bahwa
sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah dihuni oleh manusia piasejarah. Informasi Iengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan
masa IaIu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah Kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batubara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan-purba.
Lantai II Terbagi
menjadi 3 ruangan utama: ruang banal, ruang tengah
dan ruang timun.Ruang banat
(dipakai oleh staf museum)
Sementana ruang tengah dan ruang
timur di lantai LI yang digunakan untuk peragaan
dikenal sebagai ruang geologi untuk
kehidupan manusia. Ruang Tengab Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak
di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 miliar ton dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan
perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang
bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bjih sebanyak 2,5 miliar ton. Bekas
Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah
tenggara Grasberg yang ditutup path
tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dirnanfaatkan serta
dikembangkan menjadi objek geowisata
yang menarik. Beberapa contoh batuan asal [nan Jaya (Papua) tertata dan terpamer
dalam lemani kaca di sekitan maket. Miniatur menara pemboran mmyak dan gas bumi juga diperagakan di smi.Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan
kecil, yang kesemuanya memberikan
informasi tentang aspek positifdan negatiftataan geologi bagi kehidupen manusia, khususnya di Indonesia.
·
Ruang 1 menyajikan informasi
tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar
sebaran sumber daya mineral di Indonesia.
·
Ruang 2 menampilkan rekaman
kagiatan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral.
·
Ruang 3 berisi informasi
tentang pemakaian mineral dalam kegiatan sehari-hari, baik secara tradisional
maupun modern.
·
Ruang 4 menunjukan cara
pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi.
·
Ruang 5 memaparkan informasi
tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif).
·
Ruang 6 menyajikan informasi
tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunung apian.
·
Ruang 7 menjelaskan tentang
sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian
sumberdaya tersebut.
C. Sejarah Kehidupan
1. Masa Arkeozoikum (Azoikum)
Dapat diartikan sebagai masa tanpa kehidupan. Bumi masih dalam keadaan membara dan jarak bumi dan bulan masih sangat dekat, berbagai benda ruang angkasa seperti meteor atau meteirit ( berukuran kecil) dengan mudah jatuh ke bumi yang belum terlindung udara. Meskipun demikian semua benda tersebut diatas langsung terbakar, pada saat bumi yang masih dalam keadaan membara dengan suhu yang amat tinggi.
Kejadian bumi dan pembentukan yang terjadi sekitar satu milyar tahun yang lalu dan beberapa ratus juta tahun kemudian bumi kerak bumi suhu semakin menyusut bagian bumi dalam keadaan cair diangkasa bumi badai magnetic menyelimuti bumi petir dan Guntur meteor dan meteorit membentur bumi suhu bumi makin menyusut bumi membeku penyusutan suhu gas mengembun uap air hujan lebat yang abadi membentuk lautan pembentukan air, udara makin sempurna terlindung dari benturan berbagai benda luar angkasa (meteorit).
Ada dua macam meteorit, yaitu meteorit logam (mengandung besi nikel dan meteorit baju), beberapa contoh batuan kerak bumi dapat disaksikan di museum geologi.
2. Masa Paleozoikum
Berlangsung selama 354 juta tahun yang lalu sejak 570 tahun yang lalu palezoikum dapat pula diartikan sebagai masa tua dalam sejarah bumi. Pada masa itu berbagai tanda kehidupan sudah ditemukan, yaiut kerangka atau cangkang binatang purba yang telah membatu (fosil).
Masa ini di bagi menjadi 6 jaman:
Berlangsung selama 354 juta tahun yang lalu sejak 570 tahun yang lalu palezoikum dapat pula diartikan sebagai masa tua dalam sejarah bumi. Pada masa itu berbagai tanda kehidupan sudah ditemukan, yaiut kerangka atau cangkang binatang purba yang telah membatu (fosil).
Masa ini di bagi menjadi 6 jaman:
(1) Kambrium (570-500 juta tahun yang
lalu)
Peragaan fosil berumur masa ini, semuanya di peroleh dari luar negeri demikian pula bagaimana urutan tarikh geologi dan evolusi biologi (binatang dan tumbuhan)
Peragaan fosil berumur masa ini, semuanya di peroleh dari luar negeri demikian pula bagaimana urutan tarikh geologi dan evolusi biologi (binatang dan tumbuhan)
(2) Ordovisium (500-440 juta tahun
yang lalu)
Nama zaman ini juga berasal dari wales yaitu nama suku bangsa celtic yang disebut ordovicas. Pada masa ini mempunyai ciri meningkatnya jumlah jenis binatang laut invertebrate, pada zaman ini pula perkembangan trilobite mencapai puncaknya dan untuk pertama kali beberapa fosil binatang bertulang belakang.
Nama zaman ini juga berasal dari wales yaitu nama suku bangsa celtic yang disebut ordovicas. Pada masa ini mempunyai ciri meningkatnya jumlah jenis binatang laut invertebrate, pada zaman ini pula perkembangan trilobite mencapai puncaknya dan untuk pertama kali beberapa fosil binatang bertulang belakang.
(3) Silur
Namanya berasal dari suku bangsa primitive silures yang tinggal disuatu daerah wales (Inggris), zaman silur berlangsung sejak 440-395 juta tahun yang lalu. Di tempat suku ini terdapat batuan yang memiliki beberapa sifat khusus yang berbeda dengan batuan yang berumur ordovisium. Kedudukan lapisan batuan silur tidak selaras dengan batuan ordovisium, dan di zaman silur hidup binatang yang karakteristik. binatang
(4) Davon
Berasal dari nama daerah di Inggris barat daya, dan di daerah ini batuan yang pertama kali mengandung fosil binatang laut. Zaman davon berlangsung sejak 395-345 juta tahun yang lalu dan sebagai zaman hadirnya berbagai jenis ikan. Salah satu jenis fosil di simpan di museum geologi, yaitu fosil ikan bintang (ophiuroid) berasal dari jaman.
Namanya berasal dari suku bangsa primitive silures yang tinggal disuatu daerah wales (Inggris), zaman silur berlangsung sejak 440-395 juta tahun yang lalu. Di tempat suku ini terdapat batuan yang memiliki beberapa sifat khusus yang berbeda dengan batuan yang berumur ordovisium. Kedudukan lapisan batuan silur tidak selaras dengan batuan ordovisium, dan di zaman silur hidup binatang yang karakteristik. binatang
(4) Davon
Berasal dari nama daerah di Inggris barat daya, dan di daerah ini batuan yang pertama kali mengandung fosil binatang laut. Zaman davon berlangsung sejak 395-345 juta tahun yang lalu dan sebagai zaman hadirnya berbagai jenis ikan. Salah satu jenis fosil di simpan di museum geologi, yaitu fosil ikan bintang (ophiuroid) berasal dari jaman.
(5) Karbon
Di amerika serikat dibagi dua dan disebut Missisipi dan Pennsylvania, lamanya berkisar 345 – 280 juta tahun yang lalu. Nama karbon mulai digunakan sejak 1822 di Inggris pada saat ditemukan lapisan dengan banyaknya endapan batu bara yang terbentuk dari tumbuhan pada zaman itu.
Di amerika serikat dibagi dua dan disebut Missisipi dan Pennsylvania, lamanya berkisar 345 – 280 juta tahun yang lalu. Nama karbon mulai digunakan sejak 1822 di Inggris pada saat ditemukan lapisan dengan banyaknya endapan batu bara yang terbentuk dari tumbuhan pada zaman itu.
(6)Perm
Zaman terakhir Dario masa paleozoikum, namanya berasal dari daerah di Rusia bagian timur laut yaitu Peram. Didaerah ini ditemukan endapan laut penuh fosik yang dapat dibekukan untuk mencirikan zamannya. Zaman ini berlangsung sejak 280-225 juta tahun yang lalu, yaitu fosil binatang yang disebut fusulinar.
Zaman terakhir Dario masa paleozoikum, namanya berasal dari daerah di Rusia bagian timur laut yaitu Peram. Didaerah ini ditemukan endapan laut penuh fosik yang dapat dibekukan untuk mencirikan zamannya. Zaman ini berlangsung sejak 280-225 juta tahun yang lalu, yaitu fosil binatang yang disebut fusulinar.
3. Masa Mesozoikum (225-65 juta tahun yang lalu)
Masa mesozoikum ditandai oleh hadirnya binatang reptile baik di darat, laut maupun yang dapat melayang di udara yang waktu itu masih merajai dunia. Hal ini diketahui fosilnya hampir diseluruh dunia. Di Indonesia fosil darat semacam ini belum ditemukan, karena binatangnya sudah punah sebelum daratan Indonesia lahir.
Masa mesozoikum dibagi menjadi tiga zaman, yaitu:
Masa mesozoikum ditandai oleh hadirnya binatang reptile baik di darat, laut maupun yang dapat melayang di udara yang waktu itu masih merajai dunia. Hal ini diketahui fosilnya hampir diseluruh dunia. Di Indonesia fosil darat semacam ini belum ditemukan, karena binatangnya sudah punah sebelum daratan Indonesia lahir.
Masa mesozoikum dibagi menjadi tiga zaman, yaitu:
(1) Trias, nama zaman ini berasal dari
jerman yang berarti tiga, berdasar suatu lapisan batuan yang terdiri endapan
batuan berwarna merah (bagian bawah), serpih dan batu gamping (tengah) dan endapan
berwarna merah (atas), zaman trias berlangsung sejak 225-190 juta tahun yang
lalu, dan nampaknya merupakan zaman yang paling kering dan tidak subur.
(2) Jura, zaman ini berlangsung selama
55 juta tahun dimulai sejak 190-136 juta tahun yang lalu. Di Indonesia lapisan
batuan yang berumur jura terdapat di beberapa daerah dan yang paling terkenal
terdapat di pulau misool, dilepas pantai barat jazirah cendarawasih, Irian
jaya. Dan koleksi fosil yang berumur jura di museum geologi berasal dari sumatera
selatan, Kalimantan barat, Maluku tenggara (pulau Bahar) dan Maluku utara
(pulau buru dan taliabu)
(3) Kapur, zaman akhir masa mesozoikum,
namanya berasal dari kata latin “crata” yang berarti kapur, zaman kapur
berlangsung sejak 136 hingga 65 juta tahun yang lalu dan batuan yang mengandung
fosil berumur kapur ditemukan pula di Indonesia. Beberapa jenis fosil yang
cukup tenar dan ada di museum geologi yaitu Orbitolena SP ( binatang laut
bersel satu), pacitan SP (kerang), dll.
4 Masa Kenosoikum
Masa ini disebut juga masa Neozoikum, dapat diterjemahkan sebagai masa baru dalam sejarah geologi bumi. Masa ini dibagi menjadi dua yaitu:
Masa ini disebut juga masa Neozoikum, dapat diterjemahkan sebagai masa baru dalam sejarah geologi bumi. Masa ini dibagi menjadi dua yaitu:
(1) Tersier (65-1,8 juta tahun yang
lalu)
Alam nya ditandai oleh perkembangan binatang dan tumbuhan mutakhir, terdiri dari berbagai jenis binatang menyusui dan tumbuhan berbiji. Pada zaman ini berbagai jenis dinosaurus yang hidup di darat, laut dan udara sudah tidak tampak.
Zaman tersier dibagi 5, yaitu:
a) Paleoson istilah ini berasal dari bahasa yunani yang artinya memiliki palaecos (purba) dan cana (kala) yaitu kala purba yang tidak memiliki jenis binatang yang hidup sekarang, jenis binatang yang dimaksud ialah binatang laut tidak bertulang belakang, misalnya kerang dan siput.
b) Sosan (54-38 juta tahun yang lalu) ditemukan fosil berbagai jenis ikan tawar dari sumateradan kuda purba.
c) Oligosan, terdapat fosil foraminfera (hewan bersel satu), kepiting, fosil daun dan kayu.
d) Miosan (26-5 juta tahun yang lalu), batu lempeng atau gamping banyak mengandung fosil binatang laut, fosil kerang dan jenisnya masih hidup hingga sekarang.
e) Pliosan (5-1,8 juta tahun yang lalu) mulai banyak fosil darat ditemukan disamping fosil laut yang sudah banyak ditemukan di Indonesia, demikian pula kura-kura air tawar yang telah memfosil seperti irioni SP
Alam nya ditandai oleh perkembangan binatang dan tumbuhan mutakhir, terdiri dari berbagai jenis binatang menyusui dan tumbuhan berbiji. Pada zaman ini berbagai jenis dinosaurus yang hidup di darat, laut dan udara sudah tidak tampak.
Zaman tersier dibagi 5, yaitu:
a) Paleoson istilah ini berasal dari bahasa yunani yang artinya memiliki palaecos (purba) dan cana (kala) yaitu kala purba yang tidak memiliki jenis binatang yang hidup sekarang, jenis binatang yang dimaksud ialah binatang laut tidak bertulang belakang, misalnya kerang dan siput.
b) Sosan (54-38 juta tahun yang lalu) ditemukan fosil berbagai jenis ikan tawar dari sumateradan kuda purba.
c) Oligosan, terdapat fosil foraminfera (hewan bersel satu), kepiting, fosil daun dan kayu.
d) Miosan (26-5 juta tahun yang lalu), batu lempeng atau gamping banyak mengandung fosil binatang laut, fosil kerang dan jenisnya masih hidup hingga sekarang.
e) Pliosan (5-1,8 juta tahun yang lalu) mulai banyak fosil darat ditemukan disamping fosil laut yang sudah banyak ditemukan di Indonesia, demikian pula kura-kura air tawar yang telah memfosil seperti irioni SP
(2) Kuarter
Merupakan zaman perkembangan segala kehidupan di bumi, baik di darat, laut maupun di udara. Zaman kuarter hanya di bagi 2 yaitu:
a) Plitosan, fosil-fosil yang ditemukan :
- Kaki gajah (slagedon SP)-rembang, jawatengah
- Banteng (libos SP), Harimau-watualang, ngawi
- Fosil tengkorak manusia atau bagian tulang lainnya-ngawi, jawa tengah
b) Holosan (0,01 juta / 10 ribu tahun yang lalu), sebagai peralihan zaman sejarah geologi ke zaman peradaban manusia, didokumentasikan pada sejarah budaya manusia sejak zaman paleolitikum (zaman batu tua) sampai zaman neolitikum (zaman batu baru).
Karena itu selain mempelajari berbagai data dan informasi melalui peraga geologi dimuseum atau tempat peragaan geologi lainnya. Secara umum, selain menguraikan pengetahuan geologi perihal urutan sejarah geologi, pengetahuan mengenai batuan, mineral dan bahan galia, juga diuraikan secara garis besar mengenai jenisnya.
Kepulauan indonesisa merupakan kawasan di permukaan bumi yang termasuk aman dan nyaman sebagai tempat manusia bermukim dan bermasyarakat. Namun tidak semua penduduk memiliki rasa peduli, banyak menimbulkan akibat yang dapat membencanai hidupnya, dan hal ini umumnya disebut sebagai “bencana alam” misalnya banjir, tanah longsor dan sejenisnya di musim hujan atau kesulitan memperoleh air bersih di musim kemarau.
Merupakan zaman perkembangan segala kehidupan di bumi, baik di darat, laut maupun di udara. Zaman kuarter hanya di bagi 2 yaitu:
a) Plitosan, fosil-fosil yang ditemukan :
- Kaki gajah (slagedon SP)-rembang, jawatengah
- Banteng (libos SP), Harimau-watualang, ngawi
- Fosil tengkorak manusia atau bagian tulang lainnya-ngawi, jawa tengah
b) Holosan (0,01 juta / 10 ribu tahun yang lalu), sebagai peralihan zaman sejarah geologi ke zaman peradaban manusia, didokumentasikan pada sejarah budaya manusia sejak zaman paleolitikum (zaman batu tua) sampai zaman neolitikum (zaman batu baru).
Karena itu selain mempelajari berbagai data dan informasi melalui peraga geologi dimuseum atau tempat peragaan geologi lainnya. Secara umum, selain menguraikan pengetahuan geologi perihal urutan sejarah geologi, pengetahuan mengenai batuan, mineral dan bahan galia, juga diuraikan secara garis besar mengenai jenisnya.
Kepulauan indonesisa merupakan kawasan di permukaan bumi yang termasuk aman dan nyaman sebagai tempat manusia bermukim dan bermasyarakat. Namun tidak semua penduduk memiliki rasa peduli, banyak menimbulkan akibat yang dapat membencanai hidupnya, dan hal ini umumnya disebut sebagai “bencana alam” misalnya banjir, tanah longsor dan sejenisnya di musim hujan atau kesulitan memperoleh air bersih di musim kemarau.
BAB Ill
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian Bab II dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Museum Geologi
dahulu merupakan tempat penelitian batuan,mineral dan fosil.
2) Museum Geologi
sebagai salah satu bukti sejarah Indonesia yang sampai kini dirawat dengan
baik.
3) Museum Geologi
terdapat penjelasan tentang terbentuknya permukaan bumi,evolusi manusia,dan
hal-hal lain yang pernah ditemukan di Indonesia.
B.Saran
Saran yang dapat kami berikan saat observasi ke Museum Geologi sebagal berikut
1) Durasi pengamatan agar
diperpanjang
2) Pemandu disetiap niangan agar diperbanyak.
3) Pengamatan kurang menyeluruh
4) Penjelasan yang diberikan kurang jelas.
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan Sopan, jangan menyinggung tentang Suku, Agama, Ras, Antar Golongan (SARA). Terimakasih